Bismillaah…

Fani. 19 Tahun, asal manggarai, NTT. Sudah kurang lebih 8 bulan fani tinggal di rumah. Waktu yang cukup lama bagi mereka,-penduduk rantau– bekerja sebagai ART di rumah saya. Ada yang 3 bulan, 2 bulan, bahkan hanya 2 pekan. oh no banget lah yang 2 pekan itu. Dia pikir rumahku tempat singgah. Lupakan si dia, kita fokus ke fani saja

Jadi, si Fani ini awalnya anaknya zuper cuek (Pake z karena levelnya level 8 dari 10), pernah, kakak saya sampai nunggu 2,5 jam membunyikan bel depan rumah dan fani nda turun-turun.Kita pikir, suara bel ga sampai ke atas. Trus lagi, mama sampai pulang ke rumah coba dari kantor, karena kakakku sudah kelelahan mengebel dan si fani no respon.  Setelah diinterogasi, ternyata si fani dengar kok belnya, cuman dia lagi nyeterika, makanya dia ga turun, karena belum selesai nyetrika katanya. Kena’ lah si dia kulsel (kuliah sepuluh menit) sama mama edisi 1,2,3. Yap, 3 hari deh, setiap mama duduk dekat fani, kulsel dimulai.  Oh Fani….

Nah, sekarang mah si fani sudah siaga. Siap sedia begitu bel bunyi, dia bakal lari dan bel cukup dibunyikan sekali. Tau ga sih, yang bikin happy kalau fani yang buka pintu itu apa? Senyumannya #tsaaaaah , Senyuman fani tuh, lebar banget dan tulusnya nyata! Banget! Hehehe, walaupun belum bisa ngalahin senyuman dari hatinya mama dongs. dan mungkin senyuman abang nanti #eh

Apalagi yang unik dan bisa diketik dari seorang fani? Dialeknya! Dialek fani tuh khas banget. Patah-patah gimanaaaa gitu, soalnya dia kalau ngomong kayak dua kata apa dua huruf gitu. Misal nih, “sudah makan? “, kalau versi fani jadinya “su-dah ma-kan?” dan dia bakal manggil kita “kaka” “kaka, kaka su dah ma kan?” hahaha. (Maapkan faniiiii). Nah, lucu banget kan si fani ini. Dan dia suka cerita, apalagi temanya anak langit dan seribu macam india yang betebaran di ant* itu. Semangat dia

Fani kalau membersihkan mah juara. Dia ga suka kotor malah. Anak ini walaupun senyumannya memukau, dia sebenarnya masuk dalam tipe “ekpresi minim” kenapa? Soalnya nih ya, tragedi meninggalnya 15 ekor ikanku tuh ditemukan fani duluan. Tapi, dia nyampeinnya tanpa ekspresi. Jadi, saya mengabaikan golden minute ikanku. Hiks.

Sampai sini dulu deh tentang fani. Sebenarnya banyak lah yang bisa diketik tentang fani ini. Lain kali mungkin, atau kali kali saja saya ingat. Semoga fani tetap sehat, dan semoga betah lama-lama di rumah. aamiin

*Masih di Aquarium. Mumpung bisa posting 1:17 am

Advertisements